Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMK untuk Ujian Nasional 2017

Kali ini saya mau share materi lengkap Bahasa Indonesia. Saya adalah salah satu siswa SMK jurusan otomotif yang dulu semasa sekolah sempat membuat rangkuman mengenai bahasa Indonesia yang dijelaskan oleh guru, buku paket dan semua keterangan-keterangan yang saya dapatkan di internet saya kumpulkan menjadi satu yang alhamdulillah membuahkan hasil yang memuaskan yaitu nilai 86 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.

Kali ini saya ingin membagikan rangkuman bahasa Indonesia yang saya buat semudah mungkin untuk saya pahami kepada para pembaca blog ini dengan syarat dibawah ini :

Syarat sebelum download/membaca file rangkuman Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMK 2017 :

  1. Jika kamu memiliki blog, tempatkan satu saja link aktif www.diarynesia.com di blog kamu, terserah dibagian mana saja entah itu di sidebar atau di postinganmu. INGAT! link aktif!
  2. Jika kamu memiliki Google Plus, wajib add to circle di blog ini dan di diarynesia.com
  3. Jika kamu memiliki twitter, kamu wajib follow @diarynesia_com
  4. Jika tak punya satupun di atas, wajib share/bagikan satu postingan di www.diarynesia.com ke teman-teman facebook-mu

Pastikan kamu telah membaca syarat di atas, syarat yang paling penting adalah nomor satu!.




Paragraf disusun menggunakan kalimat yg berkaitan, setiap kali mat disusun dari beberapa kata, kata harus tepat pemilihannya agar dapat menyampaikan maksud penulis! Kata yang digunakan dapat berupa :

  1. Kata baku = Sesuai dengan kamus
  2. Kata bersinonim dan antonim
  3. Kata bermakna denotasi
    kalimat denotasi merupakan kalimat yang merujuk kepada makna yang sebenarnya alias tidak menyembunyikan makna khusus atau arti lain karena denotasi adalah menyampaikan apa yang sebenarnya TERTULIS dalam kalimat(biasanya digunakan pada laporan ilmiah, jurnal, laporan penelitian.
  4. denotasi : makna sebenarnya
    konotasi : 2; makna kiasan

    Yuri menaruh buku di atas meja hijau yang ada di ruangan itu. (Denotasi)
    Prama menyeret tetangganya ke meja hijau guna mendapatkan pengadilan. (Konotasi)

    Kata bermakna konotasi : adalah kata yang makna sebenarnya tidak ada atau tidak berkaitan dengan kalimat. (makna yang bukan sebenarnya ada di kalimat).konotasi kalimat yg memiliki makna eksplisit yaitu makna yang bukan sebenarnya ada di kalimat

    Mengandung ungkapan/kiasan. Contoh : lapang dada yang artinya sabar, panjang tangan yang artinya suka mencuri.
  5. MAKNA LEKSIKAL : adalah makna yang bersifat tetap dan tidak terikat dengan kata lainnya (berdiri sendiri). Makna leksikal sering disebut makna yang sesuai dengan kamus. Contoh :
    -Rumah: yaitu bangunan untuk tempat tinggal
    -Makan: yaitu memasukan sesuatu ke dalam mulut
  6. MAKNA GRAMATIKAL adalah makna yang berubah-ubah sesuai dengan konteks pemakainya. Hal ini terjadi akibat proses-proses gramatikal yang terjadi pada kata tersebut, seperti pengimbuhan, pengulangan , dan pemajemukan.
    Berumah: mempunyai rumah
    Rumah-rumah: banyak rumah
    Rumah sakit: rumah tempat merawat orang sakit
  7. PERBEDAAN LEKSIKAL dan Gramatikal!! :
    -Makna leksika adalah makna asli, sedangkan makna gramatikal mekna sesuai konteks (SESUAI IMBUHAN KATA YANG MENGIKUTI INTINE!)
    -Makna leksikal bersifat tetap, sedangkan makna gramatikal bisa berubah-ubah sesuai proses gramatikal (proses-proses gramatikal yang terjadi pada kata tersebut, seperti pengimbuhan, pengulangan , dan pemajemukan.) yang terjadi pada kata tersebut.
    -Makna leksikal berdiri sendiri, sedangkan makna gramatikal terikat dengan kata lain yang mengikutinya.
  8. Fakta : peristiwa yang benar benar terjadi. Semua orang akan mengatakan pernyataan yang sama terhadap sebuah fakta.
  9. Opini : adalah pendapat atau gagasan, ide atau pemikiran seseorang terhadap suatu peristiwa, obyek atau masalah. Pendapat orangs satu dengan lainnya dapat berbeda dari pendapat orang lain.
  10. 5W+1H : ASDKMB (A,ES,DE,KA,EM,BE) APA SIAPA DIMANA KAPAN MENGAPA BAGAIMANA.
  11. Masalah, ide pokok, kalimat utama, kalimat penjelas, fakta, pendapat. :
    IDE POKOK = GAGASAN UTAMA = KALIMAT UTAMA (adalah kalimat yg berisi ide pokok)
  12. PARAGRAF YANG IDE POKOKNYA BERADA DI AWAL PARAGRAF DISEBUT PARAGRAF DISEBUT DEDUKTIF DAN YANG IDE POKOKNYA BERADA DI AKHIR DISEBUT INDUKTIF. Ide pokok berada di awal dan akhir disebut paragraf campuran. Ide pokok yang berada di seluruh paragraf disebut paragraf narasi.
  13. Ide pokok merupakan gagasan yang mendasari terbentuknya sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga gagasan utama atau gagasan pokok. Ide pokok ada di awal akhir, dan juga awal dan akhir
  14. kalimat utama (kalimat topik) adalah kalimat yang mengandung gagasan utama mengenai suatu topik yang sedang dibahas didalam sebuah paragraf.(kalimat utama sebagai acuan untuk mengembangkan suatu paragraf)
  15. Ciri-ciri kalimat utama:
    Kalimat utama mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan secara terperinci.

    Kalimat utama merupakan suatu kalimat yang utuh atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya penghubung baik penghubung antar kalimat maupun penghubung intra kalimat.

    Biasanya kalimat utama terletak di awal paragraf. Namun pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf dan biasanya menggunakan kata-kata berupa: “Sebagai kesimpulan, Jadi…, Dengan demikian…”


    Mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.

    Ciri kalimat utama di buku :

    mengandung permasalaan yang dapat diuraikan lebih lanjut

    biasanya berupa kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri

    mempunyai arti jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain

    dapat dibentuk tanpa kata sambung/transisi “dan”

    dalam paragraf induktif (di akhir paragraf) kalimat utama sering ditandai kata-kata kunci seperti jadi atau dengan demikian
  16. Kalimat Penjelas
    Kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat yang isinya merupakan penjelasan, uraian, atau berupa rincian-rincian detail tentang kalimat utama suatu paragraf.

    Ciri-ciri kalimat penjelas:
    Berupa pendukung suatu kalimat utama yang menyajikan deskripsi, contoh, perbandingan, alasan dan penjelasan mengenai topic yang dibahas.

    Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.

    Kalimat penjelas memerlukan kata-kata penghubung seperti “Bahkan, contohnya, terlebih lagi, misalnya, contohnya dan lain-lain”. kalimat-kalimat penjelas membutuhkan kata penghubung agar suatu paragraf menjadi Koherence atau berkesinambungan antar kalimat.
  17. Konotasi Contoh: nenek makan hati karena kakek bermata keranjang.
  18. Denotasi contoh : rindu sedang makan pisang
  19. Leksikal contoh : makan adalah memasukan sesuatu kedalam mulut mengunyah dan menelannya
  20. Makna gramatikal adalah makna yang berubah-ubah sesuai dengan konteks pemakainya. Kata ini sudah mengalami proses gramatikalisasi, baik pengimbuhan, pengulangan, ataupun pemajemukan
    Contoh:
    Berlari = melakukan aktivitas
    Bersedih = dalam keadaan
    Bertiga = kumpulan
    Berpegangan = saling
  21. Majas
    Perbandingan :
    Majas PERSONifikasi adalah majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati (dibuat seolah-olah hidup) contoh : baru 3 km berjalan, mobilnya sudah batuk-batuk.

    Majas metafora adalah majas perbandingan. yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang sifatnya sama atau hampir sama
    contoh : Engkau belahan jantung hatiku sayangku, pemuda adalah tulang punggung negara, paijo adalah bintang kelas, raja siang telah keluar dari ufuk timur.

    majas HIPERbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengganti "suatu kata" dengan kata yang lebih hebat kedengarannya (pengertiannya)

    contoh: Suara keras menggelegar membelah bumi, Perasaanku teriris-iris mendengar kisahnya, Darahnya mengalir menganak sungai, Dia menendang bola bundar itu dengan kakinya,' suara klakson itu membara di angkasa sana . " "

    Sindiran :
    Ironi adalah majas sindiran yang melukiskan sesuatu yang menyatakan sebaliknya dari yang sebenarnya untuk menyindir orang. Contoh : pandai sekali kamu, nilai kamu 4.

    Sinisme sama seperti ironi tap i kasar. Contoh : itukah yang dinamakan bekerja?

    Sarkasme : majas sindiran yang sangat kasar, langsung menusuk perasaan. Contoh : otakmu memang otak udang

    Penegasan :
    Pleonasme adalah majas penegasan yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi karena arti kata tersebut sudah terkandung dalam kata sebelumnya yang diterangkan. Contoh : Salju putih sudah mulai turun kebawah

    REpetisi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulangg beberapa kata berkali-kali yang biasanya dipergunakan dalam pidato. Contoh : kita junjung dia sebagai pemimpin, kita junjung dia sebagai pelindung, kita junjung dia sebagai pembebas kita.

    Pertentangan :
    Antitesis adalah majas pertentangan yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan kepaduan (dua) kata yang berlawanan arti. Contohnya : cantik atau tidak, kaya atau miskin, bukanlah suatu ukuran nilai seorang wanita.

    Paradoks : dua kata yang bertentangan tidak sesuai dengan kenyataan. Contoh : hatinya sunyi tinggal di kota jakarta yang ramai.
  22. Karya sastra yang berbentuk prosa adalah novel, cerpen, roman atau novelet.
    Unsur intrinsik cerpen(DAN MUNGKIN JUGA NOVEL) adalah :
    Tema : pokok pikiran cerita
    Amanat : pesan yang ingin disampaikan penulis
    Alur : rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur dibedakan menjadi tahap permulaan, pemunculan konflik, klimaks, dan penyelesaian.

    Jenis Alur :
    Alur bawahan yaitu alur yang disisipkan disela-sela alur utama
    Alur longgar yaitu alur yang jalinan peristiwanya tidak memperlihatkan hubungan yang padu
    Alur erat : adalah alur yang jalinan peristiwannya memperlihatkan hubungan yang padu
    Alur menanjak yaitu alur yang jalinan peristiwannya menanjak sampai cerita selesai
    Alur mundur yaitu alur yang jalinan peristiwannya mengisahkan peristiwa masalalu

    Perwatakan : cara pengarang menggambarkan watak tokoh
    Latar : merupakan keterangan tempat,waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
    Gaya bahasa : corak pemakaian bahasa
    Sudut pandang: cara pandang pengarang dalam menyikapi tokoh (bagaimana cara pengarang menjelaskan cerita)
  23. Struktur cerpen :
    Abstraksi adalah ringkasan ataupun inti dari cerita keseluruhan (gambaran awal cerita)
    Orientasi : pengenalan tokoh berkaitan dengan pelaku utama cerita,latar waktu dan lainnya
    Komplikasi : munculnya konflik hingga klimaks
    Evaluasi : adanya konflik yang mulai diarahkan pada pemecahannya
    Resolusi : konflik sudahh terpecahkan solusinya
    Koda : pesan moral sebagai tanggapan terhadap konflik yang terjadi dan merupakan nilai atau pelajaran yang dapat dipetik pembaca dari teks cerpen tersebut. 
  24. Unsur ekstrinsik
    =NILAI-NILAI DALAM CERITA

    Nilai agama adalah nilai yang berkaitan dengan agama

    Nilai sosial adalah nilai yang dapat dipetik dari interaksi para tokoh dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat

    Nilai moral adalah nilai yang terkandung di dalam ceirta dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat.

    Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan kebiasaan, tradisi, adat yang berlaku

    =LATAR BELAKANG KEHIDUPAN PENGARANG
    =SITUASI SOSIAL KETIKA CERITA ITU DIBUAT
  25. SUDUT PANDANG : Sudut pandang adalah cara bagaimana penulis cerita menempatkan dirinya pada cerita, atau dari sudut mana penulis cerita memandang cerita yang dibuatnya

    =Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama
    Yang pertama yaitu sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama,(Menggunakan kata ganti : aku/saya) Membuat penulis/pembuat cerita seolah-olah terlibat dalam cerita sebagai tokoh utama.

    Contohnya: Pagi hari aku bangun dari tidur panjang yang telah melelapakanku, aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk mandi sebelum berangkat ke sekolah. Setelah itu aku membereskan tempat tidur dan sarapan pagi terlebih dahulu, lalu setelah selesai sarapan barulah aku berangkat ke sekolah dan berpamaitan kepada orang tua…

    =Sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan
    SEOLAH OLAH Tokoh utama adalah yang bercerita seperti SUDUT PANDANG ORANG PERTAMA PELAKU UTAMA, NAMUN, posisinya bukanlah sebagai tokoh utama melainkan sebagai pelaku sampingan.

    Contohnya: Aku bangga melihat Agus teman baik ku, dia sangat cerdas dalam berbagai mata pelajaran di sekolah. Terkadang aku merasa iri padanya, karena dia lebih pintar dari pada aku, akan tetapi dia selalu membantuku jika aku dalam kesulitan dan dia selalu menemaniku saat bermain…

    =Sudut pandang orang ketiga serba tahu(sebagai narator)(menggunakan kata ganti "ia,dia atau nama pelaku" 

    Contohnya: sudah satu bulan ini aku sering melihat dia menunggu bus di bangku pinggir jalan itu, tapi belum satu kalipun dia terlihat menunggu bus bersama temannya. Apa mungkin dia tidak memiliki teman baik? Ataukah dia seorang penyendiri?…
    Pengarang mengetahui segala tingkah laku, perilaku, keadaan lahir dan batin tokoh cerita
    =Sudut pandang orang ketiga pengamat
    Penulis menggambarkan sesuatu yang terjadi dalam cerita yang tokoh dalam cerita jumlahnya banyak namun terfokus pada seorang tokoh saja. dan tokoh yang banyak tersebut tidak diberi kesempatan dalam cerita untuk lebih menunjukan sosok sebenarnya (tidak begitu jelas) sedangkan tokoh utama jelas.Dalam sudut pandang ini maksudnya kata “dia” sangat terbatas. Penulis cerita menggambarkan apa yang dilihat, didengar, yang dialami dan yang dirasakan oleh tokoh utama dalam cerita, akan tetapi hal tersebut sangat terbatas hanya pada seorang tokoh saja. Tokoh yang ada dalam cerita mungkin cukup banyak tetapi mereka tidak diberikan kesempatan yang lebih untuk menunjukan sosok yang sebenarnya, jadi hanya tokoh utama saja yang menunjukan sosok yang sebenarnya.
    Contohnya: Datang seorang siswa baru berpakaian keren kedalam kelas. Wajahnya yang tampan membuat semua siswi di kelas tersebut terdiam. Tiba-tiba siswa baru tersebut tersenyum dan membuat semua siswi di kelas menjerit histeris, karena tidak menyangka senyum siswa baru itu sangat mempesona…

    =Sudut pandang orang ketiga terarah ?

  26. Novel adalah cerita yang mengisahkan konflik pelaku hingga terjadi perubahan nasib tokoh. Unsur intrinsiknya sama dengan cerpen. Alur dalam cerpen lebih kompleks (alur: permulaan, pemunculan konflik, klimaks, penyelesaian.
  27. Drama : karya sastra yang berbentuk percakapan. Mengandung konflik dan masalah karena benturan antara tokoh dengan lingkungan luar atau bisa juga dengan dirinya sendiri. Unsur drama adalah :=Tema : inti cerita=Amanat: pesan moral=Alur : rangkaian peristiwa dalam drama=Perwatakan : watak tiap tokoh=Konflik : benturan 2 masalah dalam drama=Percakapan : dialog para pemain=Tata artistik : adalah pengaturan panggung=Casting : pemilihan pemeran=Akting : perilaku pemain di penggung.=Ungkapan merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru dimana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.
    Ungkapan adalah gabungan dua kata atau lebih yang digunakan seseorang dalam situasi tertentu untuk mengkiaskan suatu hal. Ungkapan terbentuk dari gabungan dua kata atau lebih. Gabungan kata ini jika tidak ada konteks yang menyertainya memiliki dua kemungkinan makna, yaitu makna sebenarnya (denotasi) dan makna tidak sebenarnya (makna kias atau konotasi). Untuk mengetahui apakah gabungan kata itu termasuk ungkapan atau tidak, harus ada konteks kalimat yang menyertainya.

    =Membanting tulang
    Gabungan kata di atas tidak dapat langsung kita katakan termasuk ungkapan. Hal ini dikarenakan konteks kalimat yang menyertai gabungan kata tersebut belum jelas. Gabungan kata di atas masih mempunyai dua kemungkinan makna sesuai konteks kalimatnya.
    -Andi membanting tulang di sampingnya sebagai luapan kemarahannya.

    -Andi membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.

    Dua kalimat di atas memberikan konteks (situasi) pada gabungan kata “membanting tulang.” Kalimat (a) membantuk makna denotasi atau makna sebenarnya pada gabungan kata “membanting tulang.” Makna denotasi tersbut adalah kegiatan membanting tulang. Kalimat (b) membentuk makna konotasi atau makna kias pada kata “membanting tulang.” Makna kias tersebut adalah bekerja keras. Makna kedua inilah membuat gabungan kata di atas disebut ungkapan.

    Berikut adalah contoh ungkapan :
    banting tulang : kerja kerasgulung tikar : bangkrutangkat kaki : perginaik pitam : marahbuah bibir : topik pembicaraanangkat tangan : menyerahmeja hijau : pengadilanbuah tangan : oleh-olehkutu buku : orang yg suka baca bukukepala dingin : tenangjago merah : api kebakaranbunga tidur : mimpibunga desa : gadis desapanjang tangan : suka mencuritinggi hati : sombong
    =Contoh kalimat dengan ungkapan:
    Mereka sudah banyak makan garam dalam hal itu. (banyak pengalaman)Hati-hati terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan. (suka mencuri)Jeng Sri memang tinggi hati.(sombong)Karena ucapan orang itu, Waluyo naik darah.(marah)Itulah akibatnya kalau menjadi anak yang berkepala batu. (tidak mau menurut)Hati-hati terhadap orang yang besar mulut itu. (suka membual)Merah telinganya ketika ia dituduh sebagai koruptor. (marah)Karena gelap mata, dia mengamuk di kantor. (hilang kesabaran)Lebih baik berputih tulang daripada hidup menanggung malu seperti ini. (mati)Ketika kutinggalkan dulu engkau masih merah, sekarang sudah seorang jejaka. (masih bayi)Selama pertandingan sepak bola itu, benar-benar dia menjadi bintang lapangan. (pemain yang baik)Pidatonya digaraminya dengan lelucon sehingga menarik para pendengarnya. (dibumbui; dihiasi)Lagi-lagi aku yang dikambing hitamkan bila timbul keributan di kelas. (orang yang dipersalahkan)Maaf, aku tak sudi kaujadikan aku sebagai kuda tunggangmu. (kausuruh-suruh untuk kepentinganmu)Kalau rasa permusuhan itu tidak dicabut sampai akar-akarnya, hubungan kalian tak pernah baik. (dihilangkan benar-benar)“Gema Tanah Air” sebuah bunga rampai yang disusun oleh H.B. Jassin. (buku yang berisi kumpulan karangan beberapa orang)Kalau bekerja dengan setengah hati, hasilnya kurang memuaskan.(tidak sungguh-sungguh)
  28. Karya sastra lama adalah karya sastra yang dihasilkan sastrawan pada jaman dulu. Ciri karya sastra lama :Istana sentris atau bercerita mengenai keluarga istanaStatis yaitu perubahan sangat lambanBentuk karangan terikat pada bentuk yang sudah ada eperti pantun dan syairAnonim yaitu nama pengarang tidak disebutkanCiptaannya bersifat menghibur dan mendidik.
  29. Alur adalah rangkaian tahapan jalan cerita yang ada pada sebuah karya tulis seperti novel, cerpen dan naskah. Biasanya alur disampaikan dengan berbagai macam cara. Entah itu alur maju, mundur ataupun campuran. 
    Perkenalan
    Pada bagian ini, pengarang cerita mulai memperkenalkan berbagai macam tokoh yang ada pada cerita tersebut. Selain itu, ia juga memperkenalkan tema latar yang ia ambil. Seperti: Ranah perkotaan, pedesaan atau pegunungan sekalipun.
    Munculnya Masalah
    Pada tahap ini, pengarang cerita mulai menunjukan masalah yang akan dihadapi oleh sang tokoh utamanya. Biasanya, pada tahap ini di desain se-dramatis mungkin. Agar pembaca akan penasaran akan tahap kisah selanjutnya
    Menuju Konflik
    Setelah masalah muncul, timbulah konflik di dalamnya. Biasanya konflik ini terjadi antara tokoh utama dan tokoh antagonis.
    Ketegangan(KLIMAKS)  
    Tahap ketegangan ini merupakan inti dari cerita tersebut dimana sang tokoh utama berada pada masalah yang sangat menegangkan. Seperti jatuh dari lantai 30 misal. Ataupun seperti adegan seorang pangeran yang hendak dibunuh.
    Ketegangan menurun/ANTIklimaks
    Yaitu masalah telah didapatkan solusinya atau sudah dapat diatasi dan kekhawatiran mulai hilang
    Penyelesaian/resolusi
    Masalah TELAH SELESAI DIATASI.
  30. AnekdotAbstraksi: terletak pada awal paragraf dan berisikan gambaran awal tentang isi teks anekdot.
    Orientasi: bagian isi berisi awal mula atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa.
    Event: berisi rangkaian peristiwa yang terjadi dalam teks anekdot.
    Krisis: berisi mengenai masalah yang muncul yang terjadi dalam teks.
    Reaksi: berisi langkah penyelesaian masalah yang muncul dalam bagian krisis.
    Koda: berisi perubahan yang akan terjadi pada tokoh dalam teks anekdot. (kesimpulan mungkin)
    Re-orientasi: bagian akhir teks anekdot sekaligus penutup teks. (?)

    Contoh :
    Disiang hari yang panas, ada seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar,
    Dokter : “Kenapa telinga anda”
    Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.”
    Dokter: “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ?
    Pasien : “ Lah itu dok si bego itu nelpon lagi“


    Abstrak : Disiang hari yang panas

    Orientasi : seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar

    Krisis : Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.

    Reaksi : “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa?

    Koda : Lah itu dok si bego itu nelpon lagi.

    =Presiden dan Burung Beo
    Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab dan suasananya cukup mengherankan.

    Presiden 1: “Ada burung Beo yang sudah diajarkan dua bahasa sekaligus, dan burung Beo tadi bisa menirukan dengan bagus, satu bahasa Inggris dan yang ke dua bahasa Rusia. Jadi kalau ditarik kakinya yang kanan, burung Beo akan biacara bahasa Inggris dan kalau ditarik kakinya yang kiri burung Beo akan bicara bahasa Rusia, hebatkan!”

    Presiden 2: “Hebat-hebat!”
    “Bagaimana kalau kedua kakinya ditarik?” tanya presiden 1.
    “Wah pasti burung Beo tadi bisa dua bahasa sekaligus!” jawab presiden 2.
    “Salah”. jawab presiden 2
    “Oh mungkin dua bahasa tadi menjadi campur aduk!”.
    “Salah”. Jawab presiden 2

    “Atau mungkin salah satu katanya akan ketukar, satu bahasa Inggris dan kata kedua bahasa Rusia”.
    “Salah”.jawab presiden 2
    “Loh … jadi gimana donk?” tanya presiden 1.
    “Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.
    “Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.
      Dan tak lama kemudian pun burung Beo itu menirukan kata-kata tersebut.
    “Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

    Struktur
    Abstraksi: Ada dua orang presiden yang terlibat dalam sesi tanya jawab.
    Orientasi:  Suasananya cukup mengherankan.
    Krisis: “Yang jelas kalau kedua kakinya ditarik, burung Beonya akan jatuh dari sarangnya, bego!”.
    Reaksi: “Eh jangan main-main ya, gini-gini gua presiden, walau hanya di rumah tangga, masa lu bilang bego!”.
    Koda:  “Presiden bego … presiden bego … presiden bego!” suara burung Beo terdengar berulang-ulang.

    Bodrex
    Suatu hari dibulan puasa , ada seoarang kakek sedang puasa tiba tiba kepalanya sakit, dengan panik sikakek langsung meminum obat bodrex yang tersedia dirumahnya, cucunya melihat kejadian itu langsung bertanya, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat ?” tanpa tampang berdosa, si kakek pun langsung menjawab, “ itulah okenya bodrex, bisa diminum kapan saja !!"

    Bagian bagian struktur dari cerita anekdot  ( bodrex ) diatas:
    Abstrak : suatu hari dibulan puasa
    Orientasi : seoarang kakek sedang puasa tiba tiba kepalanya sakit
    Krisis : dengan panik sikakek langsung meminum obat bodrex yang tersedia dirumahnya
    Reaksi : Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat
    Koda : si kakek pun langsung menjawab, “ itulah okenya bodrex, bisa diminum kapan saja !!

    Kesetrika

    Disiang hari yang panas, ada seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar, Dokter : “Kenapa telinga anda” Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.”  Dokter: “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ? Pasien : “ Lah itu dok si bego itu nelpon lagi“

    Bagian bagian struktur dari cerita anekdot ( Kesetrika )  diatas:
    Abstrak : Disiang hari yang panas
    Orientasi : seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar
    Krisis : Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.
    Reaksi : “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ?
    Koda : Lah itu dok si bego itu nelpon lagi.
  31. Narasi : Cerita novel/cerpen/biografi. Cirinya terdapat tokoh, tindakan yang dialami/dilakukan, setting, kronologi.

    Paragraf Narasi ialah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian tersebut./ Paragraf Narasi --> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.

    contoh : Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis.....
  32. Deskripsi dapat digambarkan “objek” secara detail seperti (menggunakan penginderaan: didengar, dilihat, dibau). terikat oleh waktu dan lingkupnya sedikit. Contoh : pukul 13.30 siswa dikelas berjumlah 30 orang, kemudian setelah 5 menit kemudian tinggal 5 orang karena waktu menunjukan waktu istirahat (waktu dan ruang)

    B. Paragraf Deskripsi --> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.

    Contoh : Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang...
  33. Argumentasi : meyakinkan dengan bukti dan alasan seperti angka, jumlah, foto, bukti video dan alasan (fakta), grafik untuk membuktikan (dapat diadu dengan argumentasi lain)

    D. Paragraf Argumentasi --> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta
    Contoh :

    Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
  34. Eksposisi : memaparkan/menjelaskan  (detail tidak diadu dengan eksposisi lain. (Lebih keilmuan). Contoh : otomotif adalah ilmu yang membahas ilmu mobil (garis besar)

    C. Paragraf Eksposisi --> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu   (menambah wawasan). | memaparkan sebuah sejumlah informasi (alamat misalnya) atau pengetahuan agar pambaca dapat menambah informasi atau pengetahuan.

    Contoh : Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk...
  35. Melengkapi teks ULASAN atau resensi : ulasan atau resensi adalah karangan yang berisi ulasan, pertimbangan atau pembicaraan suatu karya seperti sastra, nonsastra, film, drama. HARUS MEMAHAMI ISI TEKS ULASAN TERSEBUT. CARANYA UNTUK MENENTUKAN
    KALIMAT YANG TEPAT ADALAH HARUS BERKAITAN DENGAN KALIMAT SEBELUM DAN SESUDAHNYA.

    Contoh 1:

    Buku Remaja Membangun Kepribadian menarik untuk dibaca semua kalangan. Buku Remaja Membangun Kepribadian memiliki ciri khas dibandingkan buku lain psikologi remaja. Gaya bahasa penulis mudah dipahami oleh pembaca. [....] Sebagian besar buku psikologi remaja menyampaikan gagasan secara berbelit-belit.

    Kalimat tepat untuk melengkapi resensi rumpang di atas adalah....
    A. Berbagai jenis kecerdasan dan kemampuan dalam diri manusia dapat digunakan untuk mengembangkan diri.
    B. Tidak hanya itu, pembahasan dalam Buku Remaja Membangun Kepribadian singkat sehingga pembaca mudah memahami maksudnya.
    C. Dalam buku ini dibahas visi dan misi yang harus ada dalam setiap diri manusia agar dapat mengembangkan potensinya.
    D. Gambar ilustrasi yang digunakan masih kurang sehingga memungkinkan terjadinya kepenatan pembaca.
    E. Buku Remaja Membangun Kepribadian sebaiknya mengangkat berbagai peristiwa yang dekat dengan remaja saat ini.
    JAWABAN: B

    Contoh 2 :
    Aspek menarik patut dicatat adalah kesadaran Raditya Dika terhadap plot film sebagai entitas berbeda dan merdeka dari jajahan sumber adaptasinya. [.....] Bahkan, demi menjaga keutuhan plot, Dika mempreteli cerita sampai tataran karakterisasinya. Grup detektif Tiga Sekawan yang dibentuk Dika memiliki anggota berbeda antara di buku dan di film. Gimmick yang dipakai pun berbeda. Ada kreativitas yang menekankan bahwa humor sebaiknya sambung-sinambung menjadi satu dan karakterisasi sangat penting dalam mewujudkan misi itu.

    Kalimat tepat untuk melengkapi ulasan/resensi rumpang tersebut adalah....

    Dika ingin semua bagian dalam buku dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh.

    Dika memisahkan beberapa bagian dalam buku yang kurang menarik agar tidak dimasukkan dalam pembuatan film.

    Semua unsur canda dalam buku karya Dika tetap dimasukkan dalam film agar keutuhan plot cerita tiga babak utuh.

    Dika merelakan beberapa bagian dalam buku tidak dimasukkan ke dalam film agar keutuhan plot cerita terjaga.

    E. Semua komedian, termasuk Dika, menyadari bahwa mengulang-ulang guyonan tidak akan membuatnya bertambah lucu.

    JAWABAN: D

  36. Melengkapi teks pantun harus pahami makna tersurat dalam pantun, bagian sampiran dan bagian isi harus saling berkaitan satu sama lain. Pahami juga tujuan pantun apakah untuk menyindir, bersenda gurau, memberi nasihat, atau bersenang-senang. Pastikan rima bersajak a-b-a-b  dan jumlah suku katanya 8-12 suku kata!

  37. Melengkapi puisi yang dirumpangkan : di puisi tidak terikat rima dan jumlah suku kata.Caranya pahami isi puisi dan menentukan kata kunci dan memilih diksi tepat (diksi : berarti pemilihan kata yang dilakukan oleh penyair  untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan-perasaan yang bergejolak dan  menggejala dalam dirinya.)
  38. Perbedaan di/me contohnya mengambil diambil??
    Imbuhan "me" adalah pembentuk kalimat aktif
    Imbuhan "di" adalah pembentuk kalimat pasif
    Kalimat aktif : kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan atau tindakan (ciri kata benda diberi imbuhan "me" [memasak/me-katakerja] dan imbuhan "ber" [bertanya/ber-katakerja])

    Contoh kalimat aktif :
    =roni membeli buku di toko sumber ilmu
    =nabila bertanya kepada bu guru
    =Edwin mengayuh sepedanya dengan cepat.

    Ada juga kalimat aktif yang predikatnya tidak menggunakan imbuhan (me+katakerja) maupun (ber+katakerja).

    Contoh KATA KERJA YANG TIDAK MENGGUNAKAN IMBUHAN (ME/BER):
    Pagi-pagi Leni sudah minum es.
    Ayah pergi ke Semarang.

    Kalimat pasif : adalah kalimat yang subjeknya dikenai perbuatan atau tindakan (SUBJEK SEBAGAI PENDERITA). Ciri-ciri kalimat pasif adalah ditandai penggunaan imbuhan (di/ter) pada predikatnya.
    Contoh kalimat pasif:

    =Ikan asinnya dimakan kucing.
    =Buku itu masih dibacanya.
    =Adikku terjatuh dari sepeda.

    Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif dengan cara :.
    =Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.

    =Awalan me(KATA KERJA)- diganti dengan di(KATAKERJA)-
    =Ditambahkan kata "oleh" di belakang predikat, tetapi bersifat manasuka (BOLEH IYA BOLEH TIDAK.

    Contoh:
    =Kalimat aktif : Mobil itu menabrak pagar rumah. (kalimat aktif)
    Diubah menjadi
    =Kalimat pasif : Pagar rumah ditabrak oleh mobil itu. (kalimat pasif)
    Akan tetapi, tidak semua kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif apabila predikatnya berawalan (me) dan memiliki objek.

  39. Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih di dalam suatu paragraf yang memiliki kedudukan setara.

    =Konjungsi "dan" (Konjungsi ini merupakan penanda hubungan penambahan antar kaliamat.)
    Menghubungkan kalimat :
    ibu menanak nasi
    ibu menggoreng ikan didapur
    menjadi ibu menanak nasi dan menggoreng ikan didapur

    =Serta (Kata penghubung ini menandakan hubungan pendampingan antar kalimat.)
    Contoh
    aku pergi ke sekolah
    adikku juga ikut pergi ke sekolah
    Menjadi aku serta adikku pergi ke sekolah bersama-sama

    =atau (Kata penghubung ini merupakan penanda hubungan pemilihan di dalam suatu paragraf atau tulisan)
    Kamu bisa pilih warna merah.
    Kamu bisa ambil warna putih.
    Kamu pilih warna merah atau warna putih?

    =Tetapi dan Namun (terpisah antara tetapi dan namun)
    Konjungsi ini merupakan penanda hubungan perlawanan (lawan) antar kalimat di dalam paragraf.
    Dia ingin sekali pergi berenang, tetapi ibunya melarang.
    Aku ingin memberinya bantuan, tetapi aku sendiripun sedang mengalami kesusahan.
    Andi bukanlah seorang yang pintar, namun dia anak yang rajin.
    Pak Yanto sangatlah kaya raya, tetapi dia sangat pelit untuk urusan uang.

    Padahal, Sedangkan dan Melainkan Konjungsi-konjungsi ini menandakan hubungan pertentangan anatar kalimat.

    Contoh:
    Suci gadis yang sangat pintar.

    Suci berasal dari keluarga yang kurang mampu.

    Suci merupakan gadis yang sangat pintar, padahal dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.

    Contoh kalimat menggunkan konjungsi koordinatif pertentangan:

    Andi bukanlah anak yang baik, melainkan anak yang sombong.

    Joni ingin sekali membeli motor baru, sedangkan uangnya hanya untuk membeli sepeda baru.

    Sinta tidak ikut olimpiade matematika, padahal dia adalah jagonya dalam hal menghitung.

    Kakaknya sangat menyayangi binatang, sedangkan adiknya sangat membenci bintang.

    Rani tetap datang ke sekolah, padahal hari itu hujan turun sangat deras.

  40. Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung
    hanung berteriak kembalikan pensilku
    Hanung berteriak, “ Kembalikan pensilku!”

    Pak yuli mengatakan bahwa nanti sore tidak ada tambahan pelajaran
    Pak Yuli mengatakan, bahwa nanti sore tidak ada tambahan pelajaran.

    Ciri-ciri kalimat langsung:
    Pada kalimat langsung kalimat petikan ditandai dengan tanda petik.
    Huruf pertama pada kalimat yang dipetik menggunakan huruf kapital.
    Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisahkan dengan tanda baca (,) koma.
    Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, harus menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
    Pola susunan:
    Pengiring, ”kutipan”
    “Kutipan,” pengiring
    “Kutipan,” pengiring, “kutipan”

    Cara membaca pada kalimat kutipan intonasinya sedikit ditekan.

    Aturan menulis kalimat langsung:
Dalam menulis kalimat langsung ada beberapa hal yang harus diperhatikan terutama penggunaan tanda baca, diantaranya adalah:
Bagian kalimat petikan diapit oleh tanda petik 2 (“) bukan petik 1 (‘).
Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat petikan.
Contoh:
Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok.”   (Benar)
Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok”.    (Salah)
“Baju itu bagus,” kata mawar      (Benar)
“Baju itu bagus”, kata mawar      (Salah)
3. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma, terkadang tanda titik dua dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring terletak sebelum kalimat petikan.
Ibu menyuruh, “Belikan ibu garam di warung!”
Ibu menyuruh: "Belikan ibu garam di warung!"
Budi berkata: “Aku ingin pergi ke Jepang suatu saat nanti.”
Budi berkata, "Aku ingin pergi ke Jepang suatu saat nanti."
Contoh lagi:
Andi bertanya, “Mau kemana kalian hari ini?”
“Mau kemana kalian hari ini?” tanya Andi.        (Benar)
“Mau kemana kalian hari ini?”, tanya Andi.       (Salah)

4. Jika ada 2 kalimat petikan, huruf awal pada kalimat petikan pertama menggunakan huruf kapital. Sedangkan pada kalimat petikan kedua menggunakan huruf kecil kecuali nama orang dan kata sapaan.
Contoh:
“Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan memberikannya.”
Budi mengatakan, “Sepatu yang ku pakai sepatu mahal,” padahal kata Andre, “sepatu Budi murah.”
Contoh kalimat langsung:
Ibu menyuruh, “Belikan ibu garam di warung!”
“Jangan bergerak” gertak polisi kepada pencuri.
“Siapakah yang membersihkan ruang kelas ini?” tanya bu guru sebelum memulai pelajaran.  
“Kak, kau dipanggil Ayah” kata ibu, “ kamu disuruh makan olehnya.”
Budi berkata: “Aku ingin pergi ke Jepang suatu saat nanti.”

Mengidentifikasi kesalahan penggunaan ejaan (surat yang tidak tepat penulisannya)
Yth. Bapak Fendi (karena sudah ada sapaan “bapak” maka gelar tidak ditulis!)
Direktur utama P.T Mabrur
Jalan Seroja 4 Boyolali (Jln. dan Jalan sama-sama benar . Jika semua ada, pilih Jalan!)
Jawa T engah

Yth. Drs. H. Fendi ( Karena tidak ada sapaan berarti harus pakai gelar!)
Direktur utama P.T Mabrur
Jalan Seroja 4 Boyolali
Jawa T engah

Jalan disingkat Jln.

Memperbaiki kesalahan penggunaan kata :
Bagi yang keehilangan kunci, harap diambil di pos jaga. (salah)
Bagi yang kehilangan kunci, harap mengambil di pos jaga (benar)
Para bapak-bapak dan ibu-ibu dipersilahkan untuk berdiri (Salah)
Bapak-bapak dan Ibu-ibu dipersilahkan berdiri (Benar)
Para bapak dan ibu dipersilahkan berdiri (Benar)
Catatan kaki ? daftar pustaka?
Persuasif : Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain
Memorandum
TRIK KERJAKAN SOAL MEMORANDUM
PILIH YANG TERSINGKAT DAN HINDARI KATA “MOHON” DAN PASTI YANG BENAR ADALAH “HARAP”
Struktur memorandum adalah bagian Kepala Memo, Body Memo dan Kaki Memo.
Kepala memo berisi lambang atau logo instansi atau nama instansi
Body memo berisi pesan yang singkat, padat, jelas berupa kalimat perintah dan berupa laporan dll.
Kaki memo berisi tanda tangan dan nama jelas si penulis memo
  
Soal memo mudah, tinggal melihat soal dan bandingkan dengan yang ada di soal.
Simpulan ? : lebih seperti inti/ jadi blablabla
Simpulan
Simpulan adalah hasil dari menyimpulkan (kesimpulan).
Kesimpulan adalah ikhtisar, pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya, dan keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berpikir induktif atau deduktif. (Sumber: KBBI).
Metode Analisis:
1          
2          
3          
4          
5          
Keterangan:
Pada bagan di atas, sebuah paragraf diibaratkan terdiri dari lima kalimat. Untuk menemukan simpulan dan isi paragraf tersebut, perhatikan langkah-langkah berikut ini:
Fokuskan perhatian kita pada kalimat terakhir (no.5), jika kalimat terakhir tersebut 
mencakup keseluruhan ide pada paragraf tersebut, maka kalimat terakhir tersebut 
merupakan Simpulan dari paragraf tersebut. 
2. Jika, pada kalimat terakhir tidak mencerminkan ide yang mencakup seluruh gagasan 
dari paragraf tersebut, maka pengambilan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan 
kata-kata kunci yang tersebar pada seluruh paragraf tersebut. Simpulan juga dapat
diketahui dengan menggunakan pertanyaan, Apa yang dibicarakan di dalam paragraf 
tersebut. 
Contoh: 
Berbagai macam  industri menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk menggerakan mesin-mesin pabrik. Alat-alat transportasi, baik darat, laut maupun udara juga menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakarnya. Sumber energi lain, seperti gas bumi, batubara memang merupakan sumber energi yang penting pula. Namun,baik dilihat dari segi nilai ekonomis maupun praktis, minyak bumi masih merupakan sumber energi utama di samping gas bumi maupun batu bara. Sampai sekarang, minyak bumi masih merupakan energi yang utama.
Kalimat simpulan paragraf tersebut adalah ….
A. satu                   D.empat
B. dua                    E. lima
C. tiga
Pembahasan: 
Fokus pertama adalah pada kalimat nomor 5: Sampai sekarang, minyak bumi masih merupakan energi yang utama. Kalimat ini merupakan simpulan paragraf di atas karena seluruh kalimat membicarakan tentang minyak bumi sebagai bahan bakar energi. sementara di kalimat terakhir tampak jelas bahwa minyak bumi sebagai bahan energi utama.
Jadi, Jawabannya: E. 5
Terkandung, dikandung, mengandung, terdapat, didapat ?
Isi teks negosiasi tersebut yang tepat adalah ?
Struktur Secara Umum
Sebelum membuat teks negosiasi kita harus mengetahui beberapa struktur yang ada didalamnya. Struktur didalam teks negosiasi terdiri dari pembukaan, isi dan penutup. Berikut lebih detail penjelasan mengenai struktur tersebut.
Pembukaan
Biasanya pembukaan ini berisi mengenai basa basi atau pengenalan diri, salam dan sapa yang bertujuan sebagai pengiring topik.
2. Isi
Bagian isi teks negosiasi berisi mengenai inti pembahasan. Bagian isi dalam teks negosiasi ini terbagi menjadi dua yaitu penyampaian materi serta tawar-menawar dan penyelesaian masalah. Penyampaian materi isinya terkait pernyataan dan pemberitahuan mengenai masalah. Sedangkan yang disebut dengan tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian yang berisi negosiasi atau proses penyelesaian tujuan yang berbeda hingga tercapai kesepakatan atau perjanjian.
3. Penutup
Bagian penutup ini merupakan bagian terakhir dalam teks negosiasi dan biasanya berisi tentang basa-basi yang memiliki arti. Seperti ucapan terima kasih dan lain sebagainya.
Majas antesis, sinekdoke
Ciri teks cerita pendek yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah?
Teks eksplanasi (Fenomena sosial,SEBAB-AKIBAT)
Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses 'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.
Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan interpretasi (PENAFSIRAN). Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini.
Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan umum tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, proses terjadinya, atau proses terbentuknya.
Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.
Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
Menggunakan kalimat pasif.
Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.
Contoh Teks Eksplanasi
Pengangguran
Pernyataan Umum :
Pengangguran merupakan salah satu fenomena sosial yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Seperti sebuah penyakit, yang secara kronik menyerang segi kehidupan bermasyarakat. Sudah banyak formula penanganan yang diambil, namun permasalahan ini belum juga tuntas. Bukan hanya di Indonesia, permasalahan pengangguran ini ditemukan dihampir semua negara. Setiap pemerintahan di dunia, menjadikan masalah penggangguran menjadi agenda utama. Secara umum, banyak yang mengartikan bahwa pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau tidak memiliki pekerjaan secara formal dan tidak mendapatkan penghasilan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara spesifik memberikan definisi tentang pengangguran yaitu; orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.
Sebab : 
Ada beberapa faktor yang sangat mendasar yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Pangangguran juga dapat sebabkan oleh adanya perubahan struktural dalam perekonomian. Perubahan ini menimbulkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan jenis atau tingkat keterampilan yang berbeda. Sehingga, kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan tuntutan yang ada. Dan yang sering juga terjadi adalah pengangguran yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.
Akibat :
Akibat terjadinya pengangguran, yaitu menimbulkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial bagi yang mengalaminya. Orang yang tidak mempunyai mata pencaharian juga tidak mendapat penghasilan, dan yang tidak berpenghasilan tidak dapat membelanjakan uang untuk membeli barang kebutuhan hidup. Bila jumlah penganggur banyak pasti, akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat pesat, selanjutnya berpotensi menimbulkan kriminal.
Interpretasi (tafsiran)
Dari seluruh uraian di atas, maka sudah jelas bahwa pengangguran adalah masalah besar yang harus segera dicarikan solusi. Langkah nyata yang dapat ditempuh adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan kerja. Dengan semakin baiknya kondisi lapangan kerja, kekerasan sosial akibat pengangguran bisa dikurangi atau diatasi. Disamping itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah yang lebih baik lagi adalah jika kita mampu memberikan keterampilan yang memadai untuk mereka usia kerja sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Semua langkah ini harus segera kita ambil agar masalah pengangguran segera terselesaikan.



Kata Kerja Material
Sebelumnya apa kamu sudah tau apa pengertian dari Kata Kerja Material ?. Kata Kerja Material adalah berupa kata kerja yang menunjukan aktifitas fisik yang dapat di lihat dalam bentuk nyata.
Contoh Kalimat Kata Kerja Material
Ibu Memasak Nasi
Kata Ibu (aktor + subjek), Memasak (Verba material), Nasi (Sasaran)

Kata Kerja Relasional
Kata kerja ini lebih menjurus pada kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap. Subjek + Verba relasional + pelengkap
Contoh Kalimat :
Kakak merupakan anak tertua
Kakak sebagai Subjek, merupakan sebagai verba relasional, dan anak tertua merupakan pelengkap yang harus ada.

Kalimat simplek/tunggal dalam kutipan teks tersebut ditandai dengan nomor
Kalimat simpleks  punya satu kata kerja : kata kerja tersebut adalah misalnya digemari, menderita,berjalan
Buku SPM : Kalimat simpleks adalah kalimat yang memiliki 1 verba utama
Contoh (hanya ada satu kata kerja seperti contoh ini dalam satu kalimat): digemari, menderita,berjalan,berasal, menggandeng, bertaruh, memerankan, mengangkat, menggelikan, ditampilkan,
Kalimat kompleks
Adalah kalimat yang memiliki dua verba utama atau lebih.
Contoh (hanya ada dua atau banyak kata kerja seperti contoh ini dalam satu kalimat): digemari, menderita,berjalan,berasal, menggandeng, bertaruh, memerankan, mengangkat, menggelikan, ditampilkan,

Inti penggalan naskahdrama tersebut adalah
Preposisi adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unshur pembentuk frasa preposisional.
Contoh :
Tanggapan logis (TANGGAPAN BIASANYA BERUPA KALIMAT PERINTAH)
Terbagi menjadi dua yaitu :
Tanggapan positif adalah tanggapan yang berisfat optimis dan santun
Tanggapan negatif adalah tanggapanyang pesimis dan kurangs santun
–TANGGAPAN LOGIS ADALAH Tanggapan yang dilontarkan dengan dasar dasar fakta yang masuk di akal
Cara Menyusun paragraf yang padu harus memperhatikan kriteria berikut :
Memiliki satu ide pokok/pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas
Antar kalimat saling bertautan (berhubungan/berkoherensi) sehingga membentuk satu kesatuan. Harus urut, tanda paragraf yang berhubungan adalah pengulangan kata, kata ganti antar kalimat, konjungsi antar kalimat dan situasi. CARANYA : PILI DATA YANG BERSIFAT UMUM (GAGASAN UTAMA) DAN GUNAKAN DATA TERSEBUT SEBAGAI KALIMAT UTAMA. Susun data yang disajikan menjadi paragraf padu.

0